Close Menu
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Opini
  • Olahraga
  • Video
  • Trending

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syafwan Wahyudi; Serapan Tembakau Lokal Jadi Kunci Kesejahteraan Petani

27 Juli 2026

Bupati Sumenep; “Kalender Event” 2026 Sukses Dongkrak Perkembangan di Berbagai Sektor

22 Juli 2026

Bupati Sumenep; Transformasi Pertanian Modern penting diterapkan dalam Perkuat Ketahanan Pangan

22 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • World
  • Science
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram
Klix
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Opini
  • Viral
Klix
Home » Pemkab Pamekasan – Pemdes Tanjung dan Paguyuban Teken MoU Pengelolaan Pantai Jumiang

Pemkab Pamekasan – Pemdes Tanjung dan Paguyuban Teken MoU Pengelolaan Pantai Jumiang

adminBy admin8 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest Telegram Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PAMEKASAN, klix.co.id – Pengelolaan Pantai Jumiang resmi masuk babak baru. Pemkab Pamekasan, Desa Tanjung, dan Paguyuban Mataram menandatangani Perjanjian Kerjasama di Pantai Jumiang Atas.

Penandatanganan disaksikan Bupati Pamekasan, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Kadisporapar, Forkopimcam, Kades Tanjung, BPD, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat. Senin (8/6/2026).

Dalam perjanjian kerjasama itu, pembagian hasil retribusi Jumiang ditetapkan, 60% untuk Pemkab Pamekasan, 30% untuk pengelola Paguyuban Mataram, 10% untuk Desa Tanjung. Skema ini berlaku setelah semua biaya operasional, keamanan Satpol PP, dan gaji petugas mushola ditanggung dulu oleh pengelola.

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menegaskan Jumiang adalah aset Pemkab. Karena itu pengelola wajib kolaborasi dan mengutamakan pemberdayaan warga lokal Desa Tanjung untuk dongkrak ekonomi sekitar.

“Tadi Ketua Paguyuban juga siap melaksanakan. Jumiang ini aset pemerintah. Pengelola harus kerja sama dengan semua pihak dan memprioritaskan masyarakat lokal Desa Tanjung biar ekonominya naik,” ujar Bupati.

Bupati juga dorong Jumiang naik kelas. Selain pembenahan, ia minta pengelola kembangkan wahana baru seperti wisata perahu/speed boat. Harga per unit sekitar Rp50 juta, dianggap investasi wajar. Ia juga minta kajian budidaya rumput laut di Pantai Jumiang Bawah dihidupkan lagi lewat studi banding.

“Perlu dilengkapi jenis wisata. Misal wisata perahu, speed boat. Harganya sekitar Rp50 juta sama mesin, nggak terlalu mahal. Rumput laut juga bisa kita mulai lagi, studi banding ke daerah yang berhasil,” katanya.

Soal aturan, Bupati minta ke depan Pemkab dan DPRD merancang Perda Pariwisata Halal. Isinya rambu-rambu lengkap termasuk kewajiban ada masjid/mushola aktif dan pos Satpol PP layak di setiap destinasi besar.

“Pamekasan Gerbang Salam. Perda nanti cover semua aturan. Destinasi besar wajib ada masjid/mushola aktif, petugasnya digaji dari hasil sebelum bagi hasil. Satpol PP juga harus ada pos yang terhormat, jangan disuruh duduk di lincak,” tegasnya.

Ia mengapresiasi penghijauan Jumiang Atas sejak 2009-2010 yang menanam seribu pohon. Kini pohon itu jadi peneduh wisatawan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mataram, H. Muzakki menyatakan kesiapan penuh mengelola Jumiang setelah evaluasi pengelola pertama. Dengan PKS ini, paguyuban bisa gerak lebih fokus benahi fasilitas dan layanan.

“Kami siap melaksanakan. Dengan perjanjian ini kami berharap Jumiang ke depan lebih baik dan memberi banyak manfaat,” kata Ketua Paguyuban Mataram.

Ia mengatakan kolaborasi 3 pihak jadi kunci utama. Dengan 102 anggota yang siap turun, paguyuban menargetkan Jumiang jadi mesin penggerak UMKM dan wisata Tanjung.

“Kami siap bersinergi dengan Pemkab dan Pemdes. Tujuannya sat, bikin ekonomi warga sekitar hidup lewat UMKM dan sektor wisata,” katanya.

Menurutnya fasilitas penunjang masih jadi PR. Bangku pengunjung, toilet, sampai titik sampah perlu ditambah biar wisatawan betah.

Senada, Kadisporapar Pamekasan Akmalul Firdaus menegaskan Jumiang aset Pemkab yang wajib kasih dampak langsung ke warga lokal. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri tanpa pengelola dan desa.

“Wisata gak bakal maju kalau cuma Pemkab yang gerak. Ini kerja bareng paguyuban dan Pemdes Tanjung,” tegas Akmalul Firdaus. (ross)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
admin
  • Website

Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

Syafwan Wahyudi; Serapan Tembakau Lokal Jadi Kunci Kesejahteraan Petani

Berita Utama 27 Juli 2026

Klix.co.id, SUMENEP – Menjelang puncak musim panen tembakau 2026, Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep…

Bupati Sumenep; “Kalender Event” 2026 Sukses Dongkrak Perkembangan di Berbagai Sektor

22 Juli 2026

Bupati Sumenep; Transformasi Pertanian Modern penting diterapkan dalam Perkuat Ketahanan Pangan

22 Juli 2026

RSUDMA Sumenep Terapkan Teknologi RFA untuk Tumor Tiroid Jinak

21 Juli 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

Syafwan Wahyudi; Serapan Tembakau Lokal Jadi Kunci Kesejahteraan Petani

27 Juli 2026

Bupati Sumenep; “Kalender Event” 2026 Sukses Dongkrak Perkembangan di Berbagai Sektor

22 Juli 2026

Bupati Sumenep; Transformasi Pertanian Modern penting diterapkan dalam Perkuat Ketahanan Pangan

22 Juli 2026

RSUDMA Sumenep Terapkan Teknologi RFA untuk Tumor Tiroid Jinak

21 Juli 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
© 2026 klix.co.id / Hak Cipta Dilindungi Hukum
  • Home
  • World
  • Science
  • Health
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.