Klix.co.id – SUMENEP, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperkuat dorongan kepada seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menerapkan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kenyamanan siswa. Upaya ini difokuskan untuk mengatasi hambatan psikologis atau *mental block* yang kerap dialami peserta didik, khususnya setelah kembali dari masa libur panjang.
Kepala Disdik Sumenep, Moh Iksan melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, M. Fajar Hidayat, menegaskan bahwa masa transisi dari libur ke aktivitas belajar membutuhkan pendekatan yang adaptif agar siswa tidak mengalami tekanan mental.
“Perubahan dari suasana santai ke rutinitas belajar harus dikelola dengan baik. Salah satu langkah yang kami dorong adalah kegiatan *Pagi Ceria*, seperti senam bersama dan upacara, untuk membangun semangat sekaligus energi positif siswa,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Sumenep Menyapa di RRI Sumenep, Selasa (7/4/2026).
Menurut Fajar, kegiatan tersebut terbukti efektif dalam membantu siswa mengembalikan fokus belajar serta menata kembali pola pikir dari suasana liburan menuju kesiapan akademik.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong pembiasaan aktivitas fisik seperti senam sehat di lingkungan sekolah. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan ruang fleksibilitas bagi sekolah dalam mengatur teknis pelaksanaan sesuai kondisi dan karakter siswa.
“Sekolah kami beri keleluasaan dalam implementasi. Namun, pembinaan tetap kami lakukan agar selaras dengan kurikulum dan kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fajar menekankan pentingnya meninggalkan pola pembelajaran yang kaku dan menegangkan. Menurutnya, suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas psikologis siswa.
“Jika siswa merasa aman dan senang di kelas, maka hambatan mental akan berkurang. Mereka akan lebih terbuka dan mudah menerima materi yang disampaikan guru,” ungkapnya.
Melalui pendekatan ini, Disdik Sumenep berharap kualitas pembelajaran di tingkat SMP semakin meningkat, seiring dengan terjaganya kesehatan mental dan kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah. (poenk)
