Klix.co.id – SUMENEP, Balai Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, menjadi saksi terselenggaranya Launching Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang diprakarsai mahasiswa KPM Posko-5 STIT Aqidah Usymuni. Acara yang digelar pada Jumat itu dihadiri oleh perwakilan warga, Ibu-ibu PKK, dan kader desa yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Agenda dimulai dengan pembukaan, sambutan Ketua KPM, serta arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan empat produk inovasi hasil olahan tanaman obat keluarga, yaitu Koprafit (kopi okra), Poka’ Gummy, Masker Kelor, dan Teh Kelor.
Koprafit merupakan kombinasi kopi dan bubuk okra yang bermanfaat menjaga daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, serta membantu mengontrol kadar gula darah. Poka’ Gummy hadir sebagai pengembangan minuman tradisional poka berbahan jahe, serai, kayu manis, gula merah, dan gelatin, yang kini dibuat dalam bentuk permen kenyal menyehatkan. Sedangkan masker dan teh kelor kaya akan antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi, baik bagi kesehatan kulit maupun tubuh.
Acara berlanjut dengan peresmian Taman TOGA melalui pengguntingan pita oleh Ibu Kepala Desa Pakondang. Suasana semakin semarak dengan pembuatan video bersama warga mengusung slogan “Rawat Bersama, Sehatkan Desa Kita”.
Pada sesi penutup, produk TOGA mendapat sambutan hangat dari warga. Para peserta tidak hanya tertarik membeli, tetapi juga meminta tutorial pembuatannya.
Menanggapi hal itu, mahasiswa KPM merencanakan kolaborasi lanjutan berupa praktik langsung pembuatan produk bersama masyarakat. Rencana ini bahkan sudah disepakati untuk menjadikan produk-produk tersebut sebagai produk khas Desa Pakondang, lengkap dengan rencana sertifikasi halal.
Masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi mahasiswa, terutama Koprafit dan Poka’ Gummy yang dinilai unik dan belum pernah ada sebelumnya. Dukungan penuh pun diberikan agar produk TOGA ini bisa diproduksi berkelanjutan, tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa.
