Pamekasan, klix.co.id – Sebagai bentuk dukungan terhadap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan surat edaran No. 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Ramah tahun ajaran 2025 – 2026, FRPB (Forum Relawan Penanggulangan Bencana) Pamekasan berkolaborasi dengan beberapa sekolah mengisi materi kebencanaan.
Ada 11 sekolah mulai dari TK sampai tingkat menengah atas yang bekerjasama dengan FRPB Pamekasan untuk mengisi materi dengan topik pengenalan aksessibilitas dan keamanan satuan pendidikan dari tanggal 14 sampai 19 Juli 2024.
Ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono, menyampaikan bahwa 11 sekolah tersebut ada di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.
“Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah, MAN 2 Pamekasan, SMA Al Falah Sumbergayam Kadur Putra dan Putri, SMPN 2 Pamekasan, MTS dan MA An Nasyiin Grujugan, SDI Al Munawarah, SMKN 1 Omben Sampang, SMPN 1 Camplong, TKIT Al Ibroh Pamekasan, dan dukungan ambulans dan perlengkapannya di SMAN 3 Pamekasan,” jelas Budi, Sabtu 19/07/25
Budi telah memberikan dukungan penuh pada kegiatan MPLS pada sekolah yang telah berkolaborasi dengan FRPB Pamekasan.
“Kami siapkan fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), personel pendukung, perlengkapan Pertolongan Pertama, sampai unit ambulans untuk menyukseskan kegiatan MPLS Ramah di sekolah dan madrasah,” ungkapnya.
Sementara salah seorang fasilitator SPAB FRPB, Chandra Kirana mengatakan bahwa program MPLS Ramah yang bertopik pengenalan aksessibilitas dan keamanan satuan pendidikan sangat bagus diberikan pada murid baru.
“Murid diajak untuk mengenali ancaman bahaya yang ada di sekolah, informasi peringatan dini, jalur evakuasi, peralatan keselamatan, serta praktek tindakan penyelamatan dan evakuasi dalam situasi darurat,” paparnya.
Chandra menegaskan bahwa upaya pemerintah yang memasukkan materi kebencanaan dalam MPLS adalah hal penting yang harus dilakukan setiap satuan pendidikan.
“Mengingat bencana tidak pernah tahu jadwalnya, maka membangun kesiapsiagaan bagi warga sekolah adalah prioritas yang harus dilakukan,” pungkasnya. (Ross)
