Pamekasan, klix.co.id – Antisipasi keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang marak terjadi, Lembaga Raudhatul Athfal (RA) Insan Cendikia yang berada di jalan Shinhaji kelurahan Jungcangcang, kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, menolak untuk menerima MBG.
Penolakan menerima MBG di RA Insan Cendekia ini, berdasarkan kesepakatan seluruh wali murid, karena banyaknya kejadian yang tidak diinginkan, seperti keracunan dan makanan yang tidak layak konsumsi, sehingga makanan yang diterima tidak dimakan.
Berdasarkan kesepakatan itu, pihak sekolah menanggapi dengan baik usulan para wali murid untuk membuat dapur sendiri, agar makanan yang disediakan oleh lembaga dapat dinikmati oleh peserta didik.
“Penolakan ini berdasarkan kesepakatan para wali murid, dan kami sudah membuat dapur untuk memenuhi gizi peserta didik kami”, kata Suherman, kepala RA Insan Cendikia.
Suherman mengatakan, jika menu yang disiapkan disesuaikan dengan keinginan peserta didik dan juga usulan dari wali murid.
“Menu makanan sesuai dengan request murid maupun wali murid, sedangkan untuk biaya makanan ini disekapati wali murid iuran lima ribu rupiah perporsinya”. Ujarnya.
Sementara itu, penolakan tersebut bukan karena tidak ingin menerima MBG. Tapi karena wali murid sudah meminta pihak lembaga melanjutkan program yang sudah berjalan lama, sejak sekolah berdiri 3 tahun yang lalu.
“Sebelumnya para wali murid kami kumpulkan, berdiskusi untuk tawaran dari SPPG, namun wali murid sepakat untuk melanjutkan program sekolah dan menolak MBG,” jelasnya. (Ross).
