SUMENEP, klix.co.id – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Indriani Yulia Mariska, membagikan alat fogging kepada warga di tiga desa di Sumenep, Madura. Jawa Timur, langkah sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), terutama di tengah musim hujan.
Tiga desa yang menerima bantuan alat fogging adalah Desa Romben Rana (Kecamatan Dungkek), Desa Saroka (Kecamatan Saronggi), dan Desa Kebunagung (Kecamatan Kota). Indri secara langsung menyerahkan alat fogging kepada masyarakat setempat.
“Kami ingin ikut terlibat dalam mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD, makanya kami bagikan alat fogging ini, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. ” ujarnya, Selasa, 21 Januari 2025.
Selain memberikan bantuan alat fogging, Indri juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan mengingatkan agar masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mengubur (3M) tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.

“Di musim penghujan seperti sekarang, penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menjaga daya tahan tubuh,” tambahnya.
Indri menegaskan, Sebagai putri daerah Sumenep, komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat Madura di berbagai sektor, termasuk dibidang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.
“Kami akan selalu memproritaskan Keluh kesah masyarakat Madura di tingkat provinsi, dan kami akan terus berjuang agar pelayanan kesehatan dan pendidikan semakin baik,” tegasnya.
Bantuan alat fogging dari Indri disambut hangat oleh masyarakat di desa-desa penerima. Kepala Desa Saroka, Adi Faturrahman, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh anggota DPRD Jatim dari PDIP tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan alat fogging ini. Di musim hujan, nyamuk penyebab DBD semakin banyak. Terima kasih kepada Bu Indri atas perhatiannya terhadap kondisi kesehatan masyarakat di desa kami,” ungkapnya.(POENK/LUTH)
