Sumenep, www.klix.co.id – Perkembangan UMKM di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Hal ini tidak lepas dari peran serta pemerintah setempat, pada masa jabatan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang berkomitmen memerikan perlakuan istimewa kepada para pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan, Secara kualitatif dan kualitatif, Pemerintah Daerah memang sudah memiliki target kenaikan sektor UMKM dari tahun ke tahun.
“Dalam perjalan masa pemerintahan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, secara kuantitatif sudah terbukti kenaikan sektor UMKM yang menjadi target dalam RPJM kami,” tuturnya.
Lebih Lanjut, Moh. Ramli, menjelaskan, Secara Teknis, sudah banyak hal yang dilakukan Pemerintah Sumenep, baik dari sisi regulasi termasuk juga eksekusinya dalam upaya peningkatan sektor UMKM.
“peningkatan kuantitafit kita barengi dengan kualitatif dalam bentuk dorongan kebijakan yang konkrit, diantaranya kebijakan Halal Hub yang menjadi ikon kami, yaitu kami mengawal secara khusus UKM maupun IKM agar bisa naik kelas, misalnya sisi perizinan, baik dari sisi izin edar maupun izin halal, kita fasilitasi dan kita biayai secara gratis lewat dana ABPD,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, pada tahun 2024 ini, secara konkret pemeritah Kabupaten Sumenep, juga merencanakan akan memberikan perlakuan istimewa kepada pelaku UMKM, yaitu dengan memberikan biaya gratis untuk bisa naik kelas.
“Minimal 30 pelaku UMKM yang akan kami kawal secara khusus, kami akan memberikan biaya gratis dari dana APBD, agar mereka bisa naik kelas. Target kita tidak hanya lokal, tapi bisa go internasional, seperti daun kelor yang sudah ekspor kami kawal secara khusus”, jelasnya.
Pemerintah juga mendorong setiap instansi, untuk menyuguhkan produk lokar dalam setiap kegiatan, termasuk juga ketika ada tamu baik tamu lokal maupun manca negara yang menikmati wisata di kabupaten ujung timur pulau madura tersebut. (poenk/luth)
