Pamekasan, www.klix.co.id – Pj Bupati Pamekasan Masrukin pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Jumat (22/12/2023), di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan.
Dalam arahannya, Pj Bupati Pamekasan mengatakan, berdasarkan data bencana pada tahun 2022, kabupaten Pamekasan mengalami berbagai bencana alam, diantaranya bencana banjir, cuaca ekstrim, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta gelombang ekstrin dan abrasi, hingga kekeringan.
“Berdasarkan data yang kita miliki, di tahun 2022, kabupaten Pamekasan mengalami 9 kejadian bencana banjir, 52 kejadian cuaca ekstrim, 39 kejadian tanah longsor, 7 kejadian kebakaran hutan dan lahan serta 3 kejadian bencana gelombang ekstrim dan abrasi, hingga kekeringan yang melanda 72 desa di 9 kecamatan,” ungkapnya.
Dengan apel gelar pasukan siaga bencana hidrometeorologi tahun 2023 ini, diharapkan dapat mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi, yang melanda di kabupaten Pamekasan.
Menurut Pj Bupati, dengan melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi tersebut, maka Pemkab Pamekasan perlu meningkatkan kewaspadaan.
“Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi baik sumberdaya manusia maupun peralatan yang digunakan untuk antisipasi bencana alam di Kabupaten Pamekasan, maka dilaksanakan apel gelar pasukan siaga bencana ini,” tambahnya.
Dikatakan Masrukin, apel gelar pasukan siaga bencana yang dilaksanakan hari ini dimaksudkan sebagai momentum yang tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi, sebagai tanggungjawab bersama dalam rangka mengantisipasi bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor yang kemungkinan terjadi.
“Dengan tujuan untuk memantapkan dan menyiapsiagakan, mengecek sejauh mana kesiapan personil, materiil, sarana prasarana maupun semua pihak terkait dalam rangka menanggulangi bencana alam hidrometeorologi, untuk melihat apakah masih ada kekurangan yang tentunya perlu kita sempurnakan bersama,” ungkapnya.
Dengan kegiatan gelar pasukan ini diharapkan, baik dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, instansi terkait, dan seluruh stakeholder beserta seluruh masyarakat mampu bergerak cepat, deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat, melaksanakan monitoring dan selalu siap digerakkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
“Kita perlu mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada untuk membantu masyarakat, jika skala bencana meningkat dan perlu dilakukan evakuasi kita harus sudah siap, baik personil maupun peralatan yang diperlukan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu pula, Pj Bupati mengukuhkan FPRB, Forum Pengurangan Resiko Bencana masa bakti 2023 – 2026 berdasarkan SK Bupati Pamekasan, nomor 188/515/432.013/2023, tentang pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana.
“Dengan keberadaan FRPB diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat, menginisiasi peningkatan koordinasi dan mampu melakukan antisipasi dini bersama semua pihak dalam menyiapkan sarana dan prasarana serta memahami peran dan fungsi disaat pra bencana, darurat bencana dan pasca terjadinya,” jelasnya. (Poenk/ Ross)
