PAMEKASAN, klix.co.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman merencanakan akan merelokasi 11 rumah korban tanah bergerak dan longsor di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ke desa lain.
Hal itu disampaikan usai berkunjung dan melihat langsung 13 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi di tenda darurat BPBD pada Rabu (21/1/2026) siang.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan, tanah bergerak di Dusun Paseset sudah terjadi keempat kalinya. Namun, warga belum menginginkan relokasi rumah ke tempat lain.
“Tapi kali ini sepertinya mereka sudah mau. Dan kami akan segera mengusahakan agar mereka kembali memiliki rumah,” katanya.
Dikatakan, pemerintah sudah mencari Tanah Kas Desa (TKD). Untuk sementara tanah yang tersedia di Desa Sana Laok dan di Desa Sana Tengah.
“Kemungkinan bisa di Sana Laok atau di Desa Sana Tengah. Yang jelas di Desa Sana Laok ada,” ucapnya.
Menurutnya, kalau 13 KK sudah setuju dipindah kami akan segera siapkan anggarannya. Semuanya ada 11 rumah yang akan direlokasi jika setuju,” tuturnya.
Kholilurrahman menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk merelokasi rumah korban terdampak tanah gerak dan longsor.
“Tidak boleh tidak harus direlokasi. Sehingga mereka bisa tinggal di tempat yang aman,” tegasnya.
Pihaknya berpesan, jika ada tanah bergerak di manapun diharapkan warga segera melapor. Sehingga BPBD bisa bergerak sejak jauh hari.
“Kalau sudah dilaporkan kita akan mencari solusi agar tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.
Asmui (36) salah satu korban bencana mengaku senang dengan adanya relokasi yang disampaikan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman.
“Kami sangat senang mendengar kabar itu. Karena saya tidak punya lahan lagi untuk bangun rumah,” ungkapnya.
Dia juga mengaku ingin punya tempat tinggal yang aman. Tidak selalu khawatir saat hujan seperti sebelum rumahnya rusak berat di Dusun Paseset Timur. (Ross)
