Close Menu
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Opini
  • Olahraga
  • Video
  • Trending

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

“Ujian Terberat Rasulullah SAW. Pasca Isra’ Mi’raj”

16 Januari 2026

Petugas Lapas Pamekasan Berhasil Gagalkan Penyeludupan Narkoba

15 Januari 2026

WBP Asimilasi Lapas Kelas IIA Pamekasan Panen Lele dan Pisang Untuk Program MBG

15 Januari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • World
  • Science
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram
Klix
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Opini
  • Viral
Klix
Home » Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep, Said Abdullah Ajak Pemuda Rawat Toleransi dan Persatuan

Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep, Said Abdullah Ajak Pemuda Rawat Toleransi dan Persatuan

adminBy admin22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest Telegram Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Klix.co.id – SUMENEP, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa Kabupaten Sumenep, Senin (22/12/2025.

Bertempat di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, kegiatan ini menjadi ajang diskusi terbuka tentang pentingnya toleransi dan persatuan bangsa di tengah perubahan zaman.

Sejak awal, forum ini diarahkan untuk tidak sekadar mengulang konsep Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, namu Peserta juga diajak memahami Empat Pilar sebagai sikap hidup yang menuntut komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran bersama dalam merawat Indonesia yang majemuk.

Moh. Thoha, Sebagai narasumber pertama, menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai-nilai dasar. Meski kecerdasan buatan dapat menggantikan banyak hal, akan tetapi tidak dengan tanggung jawab moral manusia.

“Ilmu pengetahuan hari ini bisa dicari di mana saja, bahkan digantikan oleh teknologi masa kini yaitu AI. Tapi komitmen dan tanggung jawab sebagai manusia dan warga negara tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ucap Thoha.

tidak hanya itu, Thoha juga mengingatkan bahwa persatuan bukan gagasan baru dalam sejarah Indonesia. menurutnya, Konsep Bhinneka Tunggal Ika, telah hidup sejak era Majapahit, jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Kita ini bangsa yang sudah lama mengenal hidup dalam perbedaan. Tantangannya sekarang, apakah kita mau merawatnya atau justru merusaknya dengan merasa paling benar,” ujarnya.

lebih lanjut, Thoha megajak para generasi muda agar lebih kritis dalam menyikapi arus informasi. Tanpa kesadaran kebangsaan, media sosial justru bisa menjadi ruang subur bagi konflik dan polarisasi.

“Kalau kita tidak hati-hati, kita hanya akan menjadi penonton dan penyebar sampah konflik,” tambahnya.

Sementara itu, Faishol Ridho menyoroti arah kebijakan kebangsaan yang dinilai terus berubah dari waktu ke waktu. Pasca reformasi, pembangunan ekonomi menjadi fokus utama, namun dalam perkembangannya, nilai kebangsaan kerap terpinggirkan.

“Sekarang ini perdebatan publik sering bergeser. Bukan lagi soal nilai dan kebenaran, tapi soal kekuasaan dan kepentingan,” kata Faishol.

Faishol menegaskan, pembangunan yang sehat harus memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan. Mengabaikan salah satu unsur tersebut justru akan merusak persatuan bangsa.

“Lingkungan hidup adalah hak generasi hari ini dan masa depan. Kalau pembangunan hanya mengejar ekonomi, maka yang dikorbankan adalah kemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, Faishol juga mengajak pemuda dan mahasiswa untuk aktif terlibat dalam kebijakan publik, bukan sekadar menjadi penonton.

“Merawat kebangsaan itu butuh partisipasi, kerja nyata, dan keberanian untuk berpikir kritis berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta menyampaikan pandangan dan kegelisahan mereka terkait toleransi, persatuan, serta tantangan kebangsaan di era digital. Dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., turut hadir mendampingi pelaksanaan sosialisasi.

Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, generasi muda Sumenep diharapkan semakin sadar akan perannya sebagai penjaga toleransi dan persatuan bangsa, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari. (poenk/luth)

empat pilar kebangsaan sumenep Sumenep
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
admin
  • Website

Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

“Ujian Terberat Rasulullah SAW. Pasca Isra’ Mi’raj”

Uncategorized 16 Januari 2026

Oleh : Abdul Rahem* Ketika Logika Tak Lagi Mampu Menjelaskan. Pagi Itu, Iman Mereka Diguncang…

Petugas Lapas Pamekasan Berhasil Gagalkan Penyeludupan Narkoba

15 Januari 2026

WBP Asimilasi Lapas Kelas IIA Pamekasan Panen Lele dan Pisang Untuk Program MBG

15 Januari 2026

Pelaku Penjambretan di Pamekasan Terancam 15 Tahun Penjara

12 Januari 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

“Ujian Terberat Rasulullah SAW. Pasca Isra’ Mi’raj”

16 Januari 2026

Petugas Lapas Pamekasan Berhasil Gagalkan Penyeludupan Narkoba

15 Januari 2026

WBP Asimilasi Lapas Kelas IIA Pamekasan Panen Lele dan Pisang Untuk Program MBG

15 Januari 2026

Pelaku Penjambretan di Pamekasan Terancam 15 Tahun Penjara

12 Januari 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
© 2026 klix.co.id / Hak Cipta Dilindungi Hukum
  • Home
  • World
  • Science
  • Health
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.