Sumenep, klix.co.id – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Amanah Rakyat (AAR) Sumenep melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Jawa Timur, Rabu (05/04/2023).
Korlap Aksi Firmansyah, mengatakan Kedatangannya ke kantor Polres Sumenep, dalam rangka menuntut Polisi segera menangkap tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk bersubsidi. Sikap Polres Sumenep melepas tiga terduga dinilai telah mencederai hukum.
“sungguh miris, penegak hukum telah mempermainkan keadilan,” teriak korlap aksi dalam orasinya.
Massa aksi menilai, penyidik Polres Sumenep terlalu terburu-buru melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri setempat. Seharusnya, kasusnya terlebih dahulu didalami, agar mafia pupuk yang telah merugikan masyarakat benar-benar terungkap dan ditangkap.
“Kejahatan ini tidak bisa dibiarkan. Karena, saat di musim tanam, petani sering mengalami kelangkaan pupuk, hingga mereka terancam gagal panen,” ujarnya.
Aksi semakin memanas, saat permintaan massa aksi tidak dipenuhi oleh Kapolres dan Kasatreskrim Polres Sumenep, sehinga membuat massa aksi berusaha memasuki kantor Polres dengan cara menerobos pagar polisi, aksi saling dorong dan saling pukul tidak bisa dihindari.
Salah seorang peserta demo, Deddy Wahyudi mengaku, akibat bentrok antara massa aksi dengan pihak kepolisian melakukan pemukulan ke massa aksi, 8 orang peserta aksi menjadi korban, dan satu orang harus dilarikan ke RSUD Sumenep.
“Copot Kasatreskrim Polres Sumenep, ia tidak berpihak pada rakyat,” teriaknya.
Massa aksi berencakan akan tetap menduduki Polres sumenep, Hingga polisi menyatakan akan segera menangkap tersangka kasusu penyelundupan pupuk bersubsidi.
Diketahui sebelumnya, pihak Polres Sumenep telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni IH, HR dan W.
Namun berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, ketiganya ternyata hanya dikenai wajib lapor, namun tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka.
Karena menurutnya, IH dan HR hanya disuruh, sedangkan W merupakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Aeng Baja Kenek Kecamatan Bluto. Karena hal inilah, sejumlah aktivis melakukan aksi demonstrasi ke Polres Sumenep. (Pong/Luth/Hem)
