Klix.co.id – SUMENEP, Upaya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak pascabencana terus dilakukan oleh Baznas Kabupaten Sumenep bersama Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kedua lembaga tersebut menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa sekolah dasar di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang terdampak bencana angin puting beliung.
Bencana yang terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026, menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, mulai dari rumah warga, musala, hingga bangunan sekolah. Kondisi tersebut sempat mengganggu proses belajar mengajar serta menimbulkan kekhawatiran bagi siswa dan orang tua.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian untuk memastikan anak-anak tetap memiliki semangat belajar meski berada dalam situasi sulit pascabencana.
“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan ketika bencana terjadi. Kehadiran kami tidak hanya untuk membantu secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral agar mereka tetap termotivasi melanjutkan pendidikan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi dengan DWP Dinas Pendidikan menjadi langkah strategis agar penanganan dampak bencana di sektor pendidikan dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua DWP Disdik Kabupaten Sumenep, Dewi Amborowati, menegaskan bahwa perhatian terhadap peserta didik terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, khususnya bagi insan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak tidak merasa sendiri menghadapi kondisi ini. Bantuan dan kehadiran kami diharapkan mampu mengembalikan rasa aman sekaligus semangat belajar mereka,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala SDN IV Karduluk, Widayanti, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak sarana fisik sekolah, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis para siswa.
“Perhatian dan bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak. Mereka merasa diperhatikan dan lebih percaya diri untuk kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan aktivitas pendidikan di Desa Karduluk dapat segera berjalan normal kembali, serta anak-anak tetap memperoleh haknya untuk belajar dan berkembang meski berada dalam situasi pascabencana. (poenk)
