Klix.co.id – SUMENEP, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Haul Raja-Raja se-Madura, Pagelaran ini merupakan rangkaian dalam memperingati Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Kegiatan ini, diawali dengan pembacaan surah Al-Fatihah oleh KHR. Taufiqurrahman Syakur, Istigotsah Oleh KH. Abdullah Holil, Tahlil oleh KH. Ali Fiqri Abdullah, dilanjutkan dengan Selawat dan Ceramah Agama oleh Habib Muhammad As-Segaf, dan diakhiri dengan Doa oleh Habib Alwi Zainal Abidin Bilfaqih dan KH. Ach. Sa’duddin.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya mengatakan, Haul Raja-raja se-Madura bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sebagai momentum untuk meneladani perjuangan danketeladanan para raja, yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan kebudayaan di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.
“Haul yang kami gelar bukan hanya untuk mengenang jasa para raja, tetapi juga untuk mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan, karena kabupaten di Madura khususnya Sumenep berdiri tegak hingga hari ini karena berkat doa, perjuangan, dan kebijaksanaan para pendahulu,” tuturnya.
Di tengah era masyarakat modern saat ini, Bupati Fauzi mengajak Seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep, untuk selalu menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap daerah, dalam rangka melanjutkan warisan para leluhur di tengah masyarakat, seperti nilai religius, kebudayaan, dan gotong royong.
“Kami ingin semangat kebersamaan antar masyarakat, terjaga sampai kapan pun, meskipun berbeda wilayah administratif, secara sejarah dan budaya berasal dari akar yang sama,” ujar Bupati.
Bupati mengharapkan,dengan Haul Raja-raja se-Madura masyarakat semakin memahami dan mencintai sejarah daerah masing-masing, serta menjadikan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal sebagai pedoman hidup dalam membangun Kabupaten Sumenep yang berkeadaban, religius, dan berkemajuan.
“Sebagai penerus pembangunan penting untuk meneladani nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan kearifan para leluhur yang telah membangun fondasi pemerintahan dan peradaban di Madura khususnya Kabupaten Sumenep,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. (poenk)
